senopati 28

Seperti kebanyakan masa pra remaja lainnya ketika pertama kali memasuki dunia SMP, mimpipribumi juga merasa bahwa dunia SMP lebih luas dari dunia sebelumnya.

Luas dalam banyak hal, kawan-kawan baru yang tidak lagi berasal dari satu kampung, mengenal wilayah yang jauh lebih luas, interaksi dengan lawan jenis yang mulai “aneh”, dan yang sedikit membuat lebih pede adalah pelajaran bahasa Inggris sehingga kita merasa “lebih”. Kenapa demikian? Ya… Karena jaman SD dulu belum ada pelajaran bahasa Inggris atau pengenalan bahasa Inggris seperti kondisi sekarang. Jadi bahasa Inggris adalah bahasa “keren” saat itu.

Saat itu tahun 1984, adalah tahun terakhir diadakannya ujian tertulis untuk penerimaan siswa baru, yang pada tahun berikutnya untuk pertama kalinya di gunakan sistem NEM.  Dan setelah berjuang menyelesaikan soal-soal ujian, akhirnya berlabuhlah di SMPN 2 Jogja yang sebagian gedungnya bergaya kolonial : tembok sangat tebal, daun jendela menjulang tinggi, dua bilah daun pintu yang ramping nan jangkung dan tidak ketinggalan…atap kelas yang tinggi yang memungkinkan kelas tidak terasa panas dan pengap.

SMPN 2 ku berada di Jl Panembahan Senopati No 28 saat itu, berlokasi disebelah selatan shoping centre dan Pasar Beringharjo, persis segaris dengan kantor POS besar Yogyakarta. Sebuah lokasi strategis untuk menengok Malioboro atau bermain di sekitar alun-alun dari Kraton. Otomatis, tidak jauh dari istana Negara dan benteng Vredenburg yang saling berhadapan.

Kenakalan paling parah bagi anak SMP kala itu adalah bergabung dengan geng motor, beberapa diantara mereka kerap kali beradu fisik di jalanan. Tetapi kenakalan semacam itu tidak pernah mewarnai sejarah masa-masa SMP mimpipribumi, namun kalo membolos tidak ikut upacara bendera merupakan kegiatan rutin tiap Senin pagi. Nyaris sepanjang kelas dua SMP, mimpipribumi tidak mengikuti upacara dan yang paling “mengagumkan” …. persembunyian  mimpipribumi dan beberapa rekan tidak pernah ketahuan oleh guru piket yang sering keliling sekolah mengusir anak-anak agar segera ke halaman sekolah,……. benar-benar “untouchable”.

*****

Bagi mimpipribumi, saat SMP adalah salah satu masa terindah yang pernah di lalui, bersinggungan dengan peralatan laboratorium adalah salah satunya. Mikroskop, pisau bedah, gelas ukur, chloroform dan lain-lain adalah benda spesial yang pernah disentuh. Tidak hanya sekedar menyentuh, bahkan ketika kelas dua mimpipribumi dan teman-teman membedah seekor burung merpati dan seekor katak besar. Praktek seperti ini dilakukan ketika pelajaran biologi, jadi amat memprihatinkan jika saat ini ada anak SMP yang belum menikmati fasilitas laboratorium tersebut di sekolah. Padahal masa SMP mimpipribumi telah lewat lebih dari 20 tahun yang lalu………..

Mengenal rangkaian elektonika, adalah salah satu pengetahuan baru yang di dapat di SMP. Belajar merangkai alarm, membuat adaptor, merangkai Pre Amp dan casset Player merupakan kegiatan yang sangat menantang.

Belajar mengenal mesin tik dan mempergunakannya, berkenalan dengan dunia jurnalistik, yang di bimbing oleh wartawan senior Bp Wariyun dari harian Kedaulatan Rakyat, merupakan ekstrakurikuler yag dangat menarik : membuka wawasan baru tentang Koran dan kode etik.

Masa SMP mimpipribumi bukanlah monochrome.

Collour full………berbinar…………. berpendar.

Kesan mendalam kepada para teman SMP mimpipribumi : beberapa teman SMP, merupakan anggota keluarga dari para abdi dalem Kraton, sehingga tidak mengherankan bila nama mereka ada tambahan : Raden, Raden Mas, atau Raden Roro. Namun tidak seperti cerita sinetron yang di setting bermain dengan kelas atau status sosial, kami biasa berkumpul, bercanda, adu pendapat dan berbicara secara normal seperti orang kebanyakan, tidak ada sebutan Raden, Raden Mas atau Raden Roro.

Salah seorang teman mimpipribumi ketika SMP yang beberapa kali muncul di televisi adalah R.M. Enggar Pikantoyo yang sekarang mengabdi pada kraton : turut melestarikan budaya luhur.

*****

Artikel ini dtujukan untuk mendukung Gerakan SEO Positif yang di gagas oleh manajemen emosi dengan tujuan untuk mengkaunter SMP sebagai key word porn site. Demikian yang ditugaskan oleh pemilik sendangjiwa: ‘Ne yang katanya meneruskan estafet dari wong jogja : nandini


Walaupun mimpipribumi mendukung aksi ini, namun mimpipribumi tidak bisa sepenuhnya “mentaati” ketentuan dari penggagas ide ini, ketidak taatan mimpipribumi adalah menolak point dua, sehingga secara sadar mimpipribumi tidak akan menyebarkan Award ini ke siapapun, artinya mimpipribumi tidak membebani pengelola blog, namun jika pengelola blog merasa tertantang untuk berpartisipasi, maka hal itu adalah keputusan masing-masing.

Berikut ini adalah aturan yang di dapat dari hasil copy di halaman ‘Ne atau sendangjiwa

Aturan Pemberitan dan Penerima Award:

  1. Penerima award hendaknya membuat artikel dengan judul mengandung kata “smp” atau “anak smp” yang penting ada kata-kata “smp”.
  2. Mengajak teman lain untuk sama-sama membuat artikel dengan judul yang sama atau mirip. Ajak teman minimal 5.
  3. Jika bersedia/berkenan dan telah membuat artikel tersebut, silahkan meninggalkan pesan di :http://manajemenemosi.blogspot.com/2010/08/gerakan-seo-positif.html agar namanya dicantumkan dalam daftar “Blogger Pendukung Gerakan SEO Positif”.

Bagi yang sobat yang tidak disebutkan tapi ingin berpartsipasi dalam Gerakan SEO Positif : SMP silahkan mengambil Award ini.

Anda dapat melihat Para Pendukung Gerakan SEO Positif : SMP di blog bang Attayaya.net Membersihkan Keyword Anak SMP

10 Tanggapan untuk senopati 28

  1. Milimeter Studio mengatakan:

    Saya mendukung banget tuuh gan, tp binung mw gmn cara anya sy ngga ngerti…
    klo saya waktu SMP.bernagkat ke skul.. harus jln kaki gan.. 3,5 kilo.. klo beruntung .. bisa nebeng mobil yg lewat…(Truck)

    • mimpipribumi mengatakan:

      itulah perjuangan Boss…..
      buktinya sekarang si Boss udah jadi orang sukses bukan?

      kalo mimpipribumi masih mengharap upah dari juragan tiap bulan….alias belum sukses….

  2. 'Ne mengatakan:

    weh Om rumahnya Djokdja to? saya berarti pernah lewat tuh SMPnya.. :-D seru juga temen2nya orang keraton, jadi sering main ke keraton juga donk hehe..
    btw, emang jaman dulu udah mulai merasa aneh ma cewek pas SMP ya? ternyataa haha.. :mrgreen:

    • mimpipribumi mengatakan:

      yang di djokdja itu rumah orang tua….nah kalo rumah mimpipribumi petunjuknya ada di link “mimpipribumi is..”

      yang begitu sih udah umum neng….kalo gak salah udah ada sejak perang kemerdekaan….hwa..kwa…kwa….

      memangnya ketika SMP ‘Ne belum merasa “aneh” berinteraksi dengan teman cowok?? rasanya kok gak begitu!!!

  3. Manajemen Emosi mengatakan:

    Terima kasih atas pertisipasinya…percaya atau tidak setiap kebaikan yang kita sebarkan lewat tulisan akan berbuah kebaikan dan amal jariyah buat kita….

    SALAM HANGAT DARI MANAJEMEN EMOSI

  4. West Java mengatakan:

    keren sob.. mari tetap semangat untuk membersihkan konten negatif di search engine

  5. Nandini mengatakan:

    alhamdulillah….. :D
    kalo saya di SMP 5, jadi mainnya ke Gramedia sama Galeria.. hihi

    • mimpipribumi mengatakan:

      tahun segitu belum ada Galeria dan lokasi itu belum ada jalan ke arah utara menuju UGM / Samirono. Perempatan yang sekarang ada, dulunya bioskop “Rahayu” sehingga ada istilah “deborah” alias depan bioskop rahayu.

      di perempatan KOREM dulu ada dua toko buku, tetapi sekarang cuma satu yang bertahan seperti yang kamu sebutkan. satu toko buku lagi namanya “INDIRA” yang kalo gak salah sekarang disekitar kantor HWK, persis di depan KOREM

  6. Nandini mengatakan:

    mas, tambahin widget “recent post” yaaa… kebiasaan saya yang komen borongan jadi terdukung, ga perlu bolak balik home untuk ke postinngan yang lain.. ;)

  7. Bert Aydin mengatakan:

    great web site u have

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.